Tampilkan postingan dengan label transportasi darat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportasi darat. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Oktober 2010

Jalan Daendels


Jalan Daendels adalah jalan yang dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels yang menjadi penguasa Hindia Belanda antara tahun 1808 hingga 1811. Jalan ini membentang sepanjang 1000 km dari ujung barat (Pantai Anyer) hingga timur ( Penarukan ) pulau Jawa. Pembangunan dimulai pada tahun 1808. Sebenarnya Daendels tidak membangun baru total, keseluruhan jalan. Ada beberapa bagian diamana ia hanya melebarkan dari jalan eksisting menjadi 7 meter ( lebar keseluruhan jalan Daendels). Proyek pembangunan jalan prestius ini selesai hanya dalam waktu satu tahun (1809)


Maksud dari Daendels membangun jalan ini adalah memudahlan mobilisasi angkatan perangnya demi mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Seiring berjalannya waktu jalan ini juga dijadikan sarana transportasi penumpang dan pos ( maka daripada itu jalan ini dikenal dengan jalan raya pos). Letaknya yang menyusuri Pulau Jawa sangatlah menguntungkan bagi perekonomian, mengingat jalan ini melewati berbagai pelabuhan pelabuhan besar sepert Tanjung Priok (Jakarta),Tanjung Emas (Semarang) dan Tanjung Perak (Surabaya). Selain itu jalan ini juga melewati beberapa pelabuhan ikan tradisional yang cukup besar (Tuban dan Penarukan ) dan beberapa pabrik besar.

"Anyer,Cilegon,Banten,Serang,Jakarta,Bogor,Ciawi,Sukabumi,Padalarang,Pemalang,Pekalongan,Kendal,Tegal,Semarang,Kudus, Tuban,gresik,Surabaya,Probolinggo,Paiton,Penarukan" Inilah sebagin kota yang dilalui jalan ini.

Namun sayang, dibalik gemerlap dan manfaat jalan Daendels yang terus dapat dirasakan hingga dewasa ini, ternyata pembangunan jalan ini menyimpan banyak cucuran darah serta air mata rakyat Indonesia pada waktu itu. Daendels memberikan semacam target bagi penguasa lokal untuk mencari tenaga lokal dan menyelesaikan sekian kilometer pengerjaan jalan. Apabila target tidak tercapai maka ancaman hukuman gantung pun telah menanti. Ancaman tidak datang dari hukuman gantung saja, ancaman penyakit serta kelelahan yang teramat sangat bagi para pekerjanya. Seperti pada saat pembangunan di wilayah Ciherang,Sumedang, dimana pekerja membelah gunung dengan peralatan yang sederhana. Jalan ini sekarang dikenal dengan nama Cadas Pangeran. Menurut sumber dari Inggris, 12000 rakyat Indonesia gugur dalam pembangunan jalan ini.

Jalan ini sungguh besar manfaatnya bagi perekonomian di Indonesia pada umumnya serta Pulau Jawa khususnya. Banyak kota-kota atau daerah yang dulunya kecil menjadi cukup terkenal dengan dilaluinya jalan ini.Sudah sepatutnya kita menggunakan serta merawat jalan ini dengan baik. Jangan sampai jalan yang dibangun dengan mengorbankan serta mebudakkan bangsa Indonesia ini menjadi sia-sia. Bangsa ini harus terus mempunyai spirit menjadi bangsa terdepan.


Rabu, 30 Juni 2010

Jalur Khusus Sepeda




Melanjutkan dari postingan sebelumnya tentang sepeda.

Mengingat pengguna sepeda di negara - negara maju cukup banyak, maka perlu dibuatkan jalur khusus yang memisahkan antara pengguna sepeda dengan moda transportasi lainnya seperti bus,mobil serta kendaraan bermotor lainnya.

--CYCLE LANES ( UK ) or BIKE LANE ( US)--

Itulah istilah jalur khusus yang digunakan bagi para pengguna sepeda

Jalur khusus sepeda, mempunyai berbagai macam bentuk pelaksanaannya.
Ada yang jalur khusus sepeda tersebut dipisahkan dari moda transportasi lainnya. Pemisahan berupa pemasangan kerb sepanjang jalur tersebut.
Ada juga yang memakai jalan yang sama tanpa adanya bangunan struktur yang memisahkan, namun cukup diberikan rambu-rambu atau pengecatan lajur yang digunakan untuk pesepeda sebagai tanda pemisah.

Apapun jenis ataupun bentuknya, pesepeda mendapat perhatian khusus dalam penggunaanya. Mereka dihargai sebagai salah satu pengguna moda transportasi yang dianggap ramah lingkungan (karena bebas polusi udara, serta mengurangi kemacetan), serta cukup murah dibanding dengan kendaraan pribadi lainnya

Sepeda Kring..kRing...



Sepeda ....
Ya, moda transportasi ini seolah dianggap jadul dan ditelan jaman oleh bangsa kita.
Tapi jangan salah sangka dulu, di negara maju (khususnya Belanda) , sepeda merupakan salah satu moda transportasi yang cukup favorit.
Karena dianggap murah serta bebas polusi udara, sepeda sering digunakan masyarakat dalam melakukan aktivitasnya sehari hari. Mulai bekerja,bersekolah, serta berbelanja.
Sehingga sering ditemui sepeda berseliweran di sana.
Jangan dikira yang naik sepeda seperti di negara kita, yang identik dengan tukang koran dan kuli bangunan yang hendak ke proyek...
Pengguna sepeda di negara-negara maju berdasi lho....
"Menggunakan sepeda bukan menurunkan derajat sosial bagi mereka,tapi meruapakan kesadaran akan pengurangan polusi udara, dan mengurangi efek kemacetan...."